Tangerang, 31 Mei 2021

Covid-19 merupakan virus baru yang muncul dari negara Cina, tepatnya di kota Wuhan, dan menyebar luas di seluruh belahan dunia. Virus ini dapat menjangkiti siapapun, baik anak-anak, remaja, orang dewasa dan lansia. Orang yang terjangkiti oleh virus ini dapat merasakan gejala mulai dari demam tinggi, sesak nafas bahkan ada juga yang tidak merasakan gejala apapun, yang sering disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). Mengingat penyebaran virus yang cepat maka Pemerintah langsung bertindak yaitu meminta kepada masyarakat agar menerapkan dan mentaati Protokol Kesehatan guna menekan laju pertumbuhan Covid 19 yang sangat pesat.

Semenjak diberlakukannya masa darurat Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020 ada kebijakan physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalkan persebaran Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penerapan PJJ ini dapat menggunakan media/aplikasi Group Whatsapp, Google Classroom, Moodle, LMS Sokrates dan media/aplikasi belajar online lainnya. Untuk pembelajaran secara sinkronus, guru juga memanfaatkan media/aplikasi Google Meet, Zoom Cloud Meeting dan yang lainnya.

Fenomena ini menjadi menjadi tantangan baru, baik bagi guru, siswa maupun orang tua. Dari segi guru dituntut untuk bagaimana menerapkan strategi pembelajaran dengan mengoptimalkan aplikasi belajar online tersebut, sedangkan dari segi siswa dituntut bagaimana agar bisa beradaptasi dengan pembelajaran sistem daring yang benar-benar baru bagi mereka. Sedangkan dari segi orang tua adalah bagaimana agar orang tua sanggup memfasilitasi sarana prasarana dalam pembelajaran daring di rumah dan menciptakan iklim di rumah yang mendukung belajar anak.

Pola pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan tersendiri dan karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Dalam artikel kali ini akan dibahas pengalaman proses PJJ untuk mata pelajaran Bimbingan dan Konseling, PJOK dan Bahasa Inggris.

  • Mata pelajaran Bimbingan dan Konseling

Dengan adanya proses pembelajaran daring maka guru harus benar-benar memperhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang serius untuk guru BK agar tetap memotivasi anak didik untuk tetap belajar dengan baik  dalam masa pandemi.

Dalam pembelajaran daring, siswa harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar, dapat mengontrol sikap dalam belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring dan mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagai sumber belajar. Hal inilah yang disebut sebagai self regulated learning. Self Regulated Learning dapat diartikan sebagai dorongan bagi individu untuk mengelola pembelajarannya sendiri, bagaimana ia dapat memanajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Namun tidak semua siswa memiliki self regulated learning yang baik. Beberapa diantaranya mengalami hambatan dalam pembelajaran daring. Beberapa diantaranya lagi mengalami kebosanan tinggal di rumah. Disinilah peran Bimbingan Konseling (BK) dalam membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa selama pembelajaran daring. Lalu bagaimana peranan Guru BK dalam pembelajaran daring?

Hal ini tentu saja berbeda dengan peranan guru mata pelajaran. BK tidak memberikan materi-materi ataupun tugas-tugas yang malah memberatkan siswa. BK menyajikan layanan dalam pembelajaran daring melalui format yang bermakna bagi siswa. Guru BK berperan untuk mengatasi hambatan belajar peserta didik, pengembangan karakter baik di rumah dan bagaimana membantu siswa dalam berproses secara maksimal.

Banyak suka duka yang dialami oleh guru BK, dalam proses pendampingan karena dilakukan secara daring. Dalam PJJ daring siswa juga diberi pemantapan dengan webinar tentang bagaimana menyikapi PJJ dari rumah, sehingga siswa semakin diteguhkan dalam kesadaran dan pengelolaan waktu belajar.

Puji Tuhan siswa SMP Strada Santa Maria 1 banyak  yang sudah mampu mengelola pembelajaran jarak jauh dengan baik , sehingga untuk siswa yang terhambat tidak begitu banyak. Setiap minggu BK mendapat kesempatan 1 jam untuk tatap muka tiap kelas, dan jam ini biasanya digunakan untuk materi-materi pengembangan diri dan informasi secara umum. Namun dari 480 siswa, masih ada beberapa siswa yang mengalami hambatan belajar. Bisa disebabkan karena alat, jaringan, kuota, kemampuan siswa dalam menerima materi daring dan kebiasaan yang belum mandiri. Banyak cara dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi hambatan siswa, yaitu dengan melibatkan guru mapel, wali kelas, guru BK dan kesiswaan.

Ada yang langsung teratasi hambatan belajarnya, ada juga yang masih terkendala. Maka disinilah peran guru BK, membantu siswa mengatasi hambatannya, mengkomunikasikan dengan guru mata pelajaran, wali kelas dan kesiswaan.

Pendampingan guru BK dilakukan dengan cara chat pribadi dan juga video call di luar jam belajar. Dalam proses pendampingan semua siswa yang memiliki hambatan dilakukan dengan detail, apa saja tugas yang belum tuntas, mengapa belum tuntas, apa yang akan siswa lakukan, dan kemudian hasil diskusi disimpulkan  untuk mengatasi hambatan belajar sesuai kemampuan dan kondisi siswa, dalam hal ini tetap siswa yang mengambil keputusan karena guru hanya sebagai pendamping dan bukan pengambil keputusan, dan nantinya hasil pendampingan dikembalikan kepada siswa untuk dilaksanakan.

 

  • Mata pelajaran PJOK

Pola pembelajaran jarak jauh ini juga memiliki tantangan tersendiri, terutama untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Dalam pelaksanaan PJJ selama masa pandemi ini, ada bermacam-macam kendala yang dihadapi, baik dari segi perlengkapan pembelajaran maupun karakter siswa yang berbeda-beda. Adapun kendala dari perlengkapan pembelajaran terlebih pada kuota/jaringan internet, baik masalah jaringan internet yang tidak stabil maupun kurangnya kuota internet yang dimiliki oleh beberapa siswa yang membuat mereka tidak dapat mengikuti PJJ ketika para guru menggunakan aplikasi Google Meet/Zoom untuk menjelaskan materi yang diajarkan.

Untuk pelaksanaan PJJ PJOK di SMP Strada Santa Maria 1, kendala yang dihadapi tidak hanya dari segi jaringan/kuota internet, namun juga dalam pelaksanaan kegiatan praktek olahraga. Hal ini menjadi kendala karena tidak semua materi praktek dapat dilakukan. Keterbatasan alat pendukung praktek yang dimiliki siswa yang menghambat terlaksananya kegiatan praktek pada saat PJJ PJOK ini. Sebagai contoh: Pada materi permainan bola besar seperti sepak bola, voli, basket dan yang lainnya, tidak semua siswa memiliki salah satu bola besar yang dapat digunakan untuk kegiatan praktek. Oleh karena itu, dengan kondisi seperti ini, penilaian kegiatan praktek untuk materi tersebut dapat digantikan dengan bentuk penilaian unjuk kerja, seperti proyek, produk ataupun portofolio yang disesuaikan dengan konteks/materi yang dipelajari. Namun, untuk materi yang dapat dilakukan kegiatan prakteknya tanpa menggunakan alat pendukung apapun, seperti senam lantai, maka siswa dapat dengan mudah melakukannya di rumah.

Dengan dilaksanakannya pembelajaran dari rumah, terutama PJJ PJOK, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar sambil tetap bisa melakukan kegiatan berolahraga. Hal ini bertujuan agar siswa juga dapat tetap menjaga kebugaran tubuh dan pola makan dengan pemenuhan gizi yang cukup, sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh mereka dan terhindar dari serangan virus covid-19.

 

  • Mata pelajaran Bahasa Inggris

Beberapa kendala yang dihadapi semasa pelaksanaan PJJ Bahasa Inggris baik yang dialami oleh siswa maupun guru yakni antara lain:

      • Siswa tidak memiliki HP yg memadai dengan aplikasi yang dibutuhkan.
      • Memiliki 1 HP tetapi harus berbagi dengan saudaranya sehingga tidak bisa mengikuti Meet / Zoom setiap hari.
      • Koneksi internet di rumah sering up-down, sehingga mengganggu kelancaran pelaksanaan PJJ dan pengiriman tugas.
      • Siswa tidak memiliki WIFI di rumah sehingga harus menggunakan kuota selama PJJ. Hal ini berdampak pada biaya yang besar dalam pengadaan kuota setiap harinya.
      • Siswa tidak proaktif bertanya kepada guru mata pelajaran / teman untuk materi yang tidak dipahami / tugas-tugas apa saja yang harus dikerjakan bila ia tidak aktif mengikuti Meet / Zoom.
      • Ada siswa yang menyalahgunakan pemakaian HP. HP tidak digunakan untuk PJJ melainkan bermain Game.
      • Bila ada tugas dari guru mata pelajaran tidak langsung dikerjakan sehingga kian menumpuk dan akhirnya enggan untuk diselesaikan.

Sedangkan beberapa hal yang bisa dipelajari selama PJJ bisa menjadi manfaat baru bagi guru, siswa maupun orang tua dalam pengembangan karakter masing masing yakni seperti:

      • Siswa bisa merasakan kedekatan antar sesama anggota keluarga di rumah.
      • Siswa menjadi tahu aktifitas keseharian orang tua mereka masing masing.
      • Siswa bisa saling membantu orang tua dalam mengerjakan pekerjaan di rumah.
      • Siswa bisa merasakan kesulitan (berempati) terhadap orang tua mereka yang terdampak PHK akibat krisis Pandemi Covid 19. Dengan cara berhemat dan tidak meminta sesuatu yang tidak terlalu bermanfaat.
      • Orang tua bisa melihat langsung kegiatan PJJ anak-anak mereka selama berada di rumah.
      • Secara tidak langsung siswa belajar mandiri, bertanggung jawab, melatih penalaran dalam setiap materi yang diajarkan, menjadi dewasa dalam bersikap, dan upaya mengerjakan tugas belajar dengan tanpa guru disisi mereka untuk mendampingi dalam belajarnya.
      • Guru yang belum memiliki keahlian dalam penggunaan IT akan bekerja keras agar bisa lancar dalam menggunakannya dan wajib menguasai IT dengan baik.
      • Guru akan belajar dari permasalahan belajar siswa selama PJJ dan terus berinovasi dalam mencari solusi agar pembelajaran lebih bervariasi, tidak monoton, tidak membosankan bagi siswa dan dapat mencairkan suasana di tengah-tengah puncak kejenuhan mereka.
      • Guru akan memiliki pengalaman baru selama PJJ dan dapat menemukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Selama masa Pandemi, seluruh sekolah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Banyak hal yang bisa dijadikan pengalaman dalam pembelajaran dan nilai nilai hidup yang muncul pada saat itu. Sebagai seorang pendidik banyak suka duka yang dialami selama PJJ. Baik kendala maupun manfaat yang diperoleh pada saat itu. Dimana selalu ada hikmah di balik suatu musibah dan pasti Tuhan memiliki rencana lain dibalik cobaan yang kita hadapi saat ini. Hal yang perlu masyarakat lakukan saat ini, tentunya harus lebih sabar dan ikhlas agar lebih mudah berterima dalam menyikapi dan menjalani kondisi saat ini.

Mari bersama sama kita membantu dan mendukung kebijakan Pemerintah dalam memberantas Covid 19.

Buah belimbing buah semangka
Tersusun rapi di atas meja
 Mari bersatu melawan Corona
Bangsa Indonesia, PASTI BISA!!!!

#salamamdg

Sebarkan artikel ini