Tangerang, 25 Maret 2021

Pada tanggal 22 Maret 2021 yang lalu seluruh dunia memperingati Hari Air Dunia yang ke-29. Hari Air Sedunia ini bermula pada tanggal  22 Desember 1992 saat Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Lingkungan dan pembangunan diadakan di Rio de Janeiro, Brasil. Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa, menetapkan bahwa tanggal 22 Maret dijadikan sebagai peringatan Hari Air Sedunia yang mulai diperingati pada tanggal 22 Maret 1993. Dalam perayaannya, Hari Air Sedunia diperingati dengan tema yang beragam setiap tahunnya. Tema yang diangkat pada tahun 2021 ini adalah Valuing Water (menghargai air). Menghargai air berarti mencintai manfaat dan keberadaannya.

Seberapa pentingkah air bagi kita? Perlu kita ketahui bahwa tubuh kita mengandung 75% air. Tubuh kita mengeluarkan air melalui urin dan keringat, jadi kita memerlukan air setiap harinya melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi untuk mengganti air yang kita keluarkan. Jika tubuh kita kekurangan air, metabolisme tubuh akan terganggu. Selain untuk kebutuhan tubuh kita, air juga kita perlukan untuk kebutuhan keseharian kita, seperti mandi, menggosok gigi, buang air besar atau kecil, mencuci baju, mencuci piring, mencuci kendaraan, menyiram tanaman dan masih banyak lagi.

Air yang kita butuhkan tentunya air yang bersih. Jumlah pemakaian air bersih kita setiap hari cukup besar. Semakin besar populasi manusia di bumi kita ini, maka kebutuhan akan air bersih juga meningkat. Saat ini jumlah air bersih di bumi kita ini semakin berkurang. Hal ini terjadi karena adanya polusi. Polusi ini terjadi pertama karena pencemaran air secara langsung, misalnya membuang sampah atau limbah industri langsung ke sungai atau laut. Kedua karena pencemaran udara yang secara tidak langsung dapat juga menimbulkan pencemaran air, misalnya terjadinya hujan asam. Air pada hujan asam akan meningkatkan keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti dapat berbahaya bagi kehidupan ikan, tanaman, bahkan berbahaya untuk manusia.

Berkurangnya air bersih di bumi kita ini, sebagian besar terjadi karena ulah manusia sendiri. Mendirikan pabrik-pabrik yang menghasilkan asap dan limbah buangan yang mencemari sungai dan laut, membuka lahan baru dengan membakar hutan, penebangan hutan secara liar yang menyebabkan daerah resapan air berkurang, di sektor pertanian penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan, juga semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil. Akibat dari pencemaran ini terjadi perubahan lingkungan yang akan mempengaruhi keberadaan atau kelangsungan makhluk hidup yang ada di dalamnya termasuk kita, manusia.

Oleh karena itu, Gereja juga mengajak kita untuk menjalani pertobatan ekologis. Kita menjadikan alam sebagai saudara kita yang harus kita cintai, rawat dan juga jaga keberadaan dan kelestariannya; termasuk salah satunya adalah air bersih ini. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus menjaga dan merawat alam? Tanpa alam, udara, tanah dan air, maka kita akan mati.

Bagaimana caranya menghargai air? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai wujud penghargaan kita terhadap air, diantaranya:

  • Dimulai dari menghargai sumber air, infrastruktur, dan layanan air. Sudah seharusnya kita mulai menghargai air sebagai bagian dari kehidupan ekonomi dan sosial.
  • Menghemat air, dengan cara misalnya menyikat gigi berkumur cukup 1 gelas, mandi dengan shower, saat mencuci baju dengan mesin cuci tunggu sampai baju yang dicuci cukup banyak, mencuci piring dengan air bilasan yang ditampung, menyiram tanaman dengan bekas air cucian beras, dan sebagainya.

Sebagai wujud dukungan sekolah dalam peringatan Hari Air Dunia yang ke-29  ini, SMP Strada Santa Maria 1 ikut berpartisipasi di dalamnya. Adapun bentuk kegiatannya adalah :

  • Membuat poster dengan tema Menghargai Air yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII

Hal ini tepat sekali karena di kelas VII, siswa-siswi  mendapatkan materi pelajaran IPA tentang pencemaran yang di dalamnya juga dibahas salah satunya tentang pencemaran air yaitu penyebab, akibat, dan cara penanggulangan pencemaran air. Selain itu siswa-siswi juga mendapat materi tentang lapisan Bumi yang didalamnya juga dipelajari tentang hidrosfer, yaitu siklus air. Hasil pembuatan poster ini akan diambil nilai untuk nilai keterampilan pada materi hidrosfer, pelajaran IPA.

  • Membuat  video narasi dalam bahasa Inggris dengan tema  Menghargai Air yang diikuti seluruh siswa kelas 8

Hasil pembuatan video ini akan diambil nilai speaking untuk nilai keterampilan Bahasa Inggris.

Dengan membuat poster dan video narasi tentang menghargai air ini, selain untuk memperingati momen Hari Air Sedunia, para siswa diharapkan juga dapat memahami dan menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan mereka. Masalah air berarti masalah kehidupan. Bagi alam semesta, air adalah nyawa. Marilah kita selamatkan air untuk kehidupan!

Untuk lebih memahami pentingnya air dalam kehidupan, mari kita saksikan tayangan video berikut ini:

 

#salamsehat
#salamamdg

Sebarkan artikel ini