UPACARA BENDERA 17 AGUSTUS
oleh Tim Web M1 pada 17 Agustus 2019
Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan secara khusus di seluruh Indonesia. Demikian pula SMP Strada Santa Maria 1 melaksanakannya tidak seperti biasa. Upacara bendera yang dilaksanakan oleh pasukan khusus, selain itu tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari Sabtu mengharuskan guru, karyawan dan para siswa masuk sekolah untuk melaksanakan upacara, bergabungnya guru-guru dari TK Santa Maria 1 dan TK dewi Sartika 3 dan Ibu M.I. Rini Agustin (Kabag Pendidikan Tingkat SMP-SMA, perwakilan dari Kantor Strada Pusat) menunjukkan kekhususan upacara 17 Agustus ini.

Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dipimpin oleh Ibu Arini Budi Susanti selkau Kepala Sekolah SMP Strada Santa Maria 1.
Ibu Arini selaku Pembina Upacara mengajak anak-anak SMP Strada Santa Maria 1 untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas dengan berproses dari sekarang, dengan cara mengendalikan diri secara kesadaran yang penuh. Tema Kemerdekaan tahun ini adalah “SDM berkualitas Menuju Indonesia Unggul” Pembina Upacara mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk meneladani para pahlawan bangsa yang merelakan harta benda dan jiwanya untuk meraih kemerdekaan. Lima sikap dasar yang dimiliki para pahlawan yang masih relevan untuk kita jadikan contoh dalam memperjuangkan masa depan yang gemilang. Satu sikap pantang menyerah, para pahlawan kemerdekaan sadar bahwa tidak mudah untuk mengalahkan penjajah yang memiliki persenjataan dan tentara yang tangguh. Tetapi tidak mematahkan semangat mereka untuk terus mencari kelemahan penjajah, ternyata bukan dengan kekuatan fisik untuk mengalahkan mereka tetapi dengan kemampuan berdiplomasi. Maka sejak saat itulah para pejuang membekali diri dengan bersekolah, dengan sekolah maka mereka memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi dengan berbagai bangsa untuk meyakinkan dunia bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Kedua kerjasama, dengan bekerjasama dengan seluruh elemen bangsa tanpa mengenal jenis kelamin, usia, etnis dan budaya mereka bergandengan tangan untuk bersama-sama mengalahkan penjajah. Golongan muda yang masih memiliki semangat juang yang tinggi mensuport golongan tua untuk berani memanfaatkan kesempatan kekalahan Jepang untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Ketiga persatuan, apa yang mereka perjuangkan adalah untuk semua rakyat Indonesia tanpa memandang ras, agama, etnis. Walaupun mereka sadar bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, etnis, bahasa dan budaya. Sedangkan yang terakhir adalah rela berkorban. Tanpa kerelaan untuk berkorban maka tidak ada kemenangan sejati. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan perasaan mereka lakukan untuk terwujudnya bangsa yang bermartabat di mata dunia.
Lima semangat juang para pahlawan kita itu relevan dengan kondisi saat ini di mana kita harus menjadi generasi yang pantang menyerah, kerjasama, persatuan dan rela berkorban. Untuk mencapai cita cita, kita harus mengalahkan keinginan diri yang cenderung berlawanan/menghambat cita-cita itu sendiri. Maka kunci sukses masa depan bangsa adalah kemampuan kita untuk mengendalikan diri kita sehingga waktu, tenaga dan pikiran kita hanya kita arahkan untuk terwujudnya cita-cita. Cita cita dari setiap diri yang dapat terwujud akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas maka Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang Unggul.
Merdeka, merdeka, merdeka
Recent Comments