IBADAT PEMBUKAAN BULAN KITAB SUCI
2 September 2019
Bulan kitab suci di buka dengan ibadat bersama di lapangan, yang bertugas kelas 9B dan seksi rohani kelas.

Tema BKSN Keuskupan Agung Jakarta tahun 2019 ini adalah “Belajar Berhikmat dari Tokoh Kitab Suci” Pemimpin Ibadat, Bapak Paulus Sabdana mengajak siswa/i SMP Strada Santa Maria 1 untuk belajar berhikmat dari tokoh kitab suci dengan cara meneladani tokoh-tokoh besar seperti Raja Salomo, Rasul Petrus, Nabi Yoel dan Bileam. Bagaimana mereka memahami, mendalami dan menghayati kitab suci hendaknya kita contoh.
Menjadi pribadi yang berhikmat merupakan proses panjang, karena tidak mungkin hikmat diperoleh dalam waktu singkat. Karena alasan itulah maka Komisi Kateketik Keuskupan Agung Jakarta membantu seluruh komunitas di segala level dari TK sampai SMA/K untuk berproses/ belajar berhikmat melalui renungan-renungan harian.
Untuk memperingati Bulan Kitab Suci Nasional, di SMP Strada Santa Maria 1 siswa/i diajak berproses menjadi orang yang memperoleh hikmat dengan cara melaksanakan ibadat harian di masing-masing kelas setiap pagi. Dengan cara tersebut kita diajak untuk terus menerus belajar menjadi pribadi yang berhikmat, dengan demikian akan lahir Salomo-Salomo yang baru, Yoel-Yoel yang baru, Petrus-Petrus yang baru, Bileam-Bileam yang baru. Karena semakin banyak orang berhikmat maka semakin banyak tindakan yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain di sekitar kita, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berimbas secara global.
Mungkin kita pernah bertemu dengan orang yang tertutup hatinya. Orang yang menutup hati dapat disebabkan banyak faktor, ada yang menutup hati karena marah dan kecewa, ada pula yang menutup hatinya karena sombong dan merasa dirinya sudah benar. Orang yang menutup hatinya karena sombong dan merasa diri benar akan sangat sulit untuk menerima masukan dan akan sulit untuk melihat sesuatu yang baik. Hal tersebut dicontohkan dalam bacaan injil hari ini, sekelompok orang menutup hatinya ketika Yesus berbicara di tempat ibadat. Disatu sisi, mereka kagum dengan perkataan Yesus tapi disisi lain mereka melihat bahwa Yesus orang biasa dari keluarga sederhana. Mereka menutup hati mereka karena melihat asal Yesus bukan nilai dari ajarannya.
Kita diajak untuk membuka hati kita dan melakukan perubahan dengan meneladani tokoh-tokoh dalam kitab suci.
Selamat BKSN.
Recent Comments