Dunia pendidikan yang menuntut siswa untuk terus belajar dan berkembang sesuai dengan jati dirinya belum lagi tuntutan zaman yang mengedepankan persaingan dan kegoisan. Maka menyebabkan kaum muda pada saat ini cenderung menutup diri dengan keadaan lingkungan sosial. Hal ini menjadi keprihatinan bagi dunia pendidikan khususnya sekolah SMP Strada Santa Maria 1 untuk berperan serta menyadarkan dan mengembalikan jiwa sosial yang secara kodrati ada dalam diri anak. Oleh sebab itu, SMP Strada Santa Maria 1 menyelenggarakan retret untuk memberikan waktu kepada mereka berhenti sejenak menjauhkan diri dari kebiasaannya dan mengolah hidup rohani dengan mengadakan retret.

 

Tema retret yang diangkat “ AKU INGIN MENJADI CERDAS, BERKARAKTER, DAN HUMANIS.” Hal ini tentunya mengajak siswa untuk mengenal siapa dirinya, ingin menjadi apa nantinya, menyadarkan diri, menentukan jati diri pribadi, mengenal sesama, dan mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Retret tahun ini diselenggarakan di Civita Youth Camp, Ciputat, Tangerang Selatan. Retret yang terbagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang 1 diselenggarakan pada tanggal 1-2 Februari 2019 dan gelombang 2 pada tanggal 9-10 Februari 2019.

Alasan terbagi menjadi dua gelombang karena jumlah ruangan tidak mencukupi. Materi yang dipelajari selama retret antara lain; lambang diri, godaan, pengampunan,relasi orang tua, dan arah langkah hidup ke depan. Selama kegiatan di Civita Youth Camp siswa harus mematuhi 4 komitmen yang ditaati, yaitu (1) keheningan, (2) keterbukaan, (3) kerjasama, dan (4) kedisiplinan. Komitmen ini dievaluasi pada hari terakhir kegiatan retret.

Pada sesi ini siswa diajak untuk mengevaluasi diri selama mengikuti kegiatan retret dan menghidupi keempat komitmen yang sudah disepakati bersama. Kesan siswa/siswi setelah mengikuti kegiatan retret adalah mereka mampu mengenal diri menjadi pribadi yang baru, mengenal dekat dengan Tuhan, mengenal jati diri sendiri, bersyukur kepada Tuhan, lebih menghargai orang lain, tumbuh sikap solidaritas terhadap sesama, kemandirian, menghargai perjuangan orang tua, membantu membantuk karakter, belajar tidak bermain HP, lebih banyak waktu bersama teman, dan  kesan yang terakhir adalah waktu retret yang singkat hanya 2 hari 1 malam dirasa kurang dikarenakan mereka lebih ingin mengenal lebh jauh tentang hidup yang cerdas, berkarakter, dan humanis.

Sebarkan artikel ini