Tangerang, 17 Agustus 2020

 

Perayaan ulang tahun kemerdekaan ke-75 di Istana Negara tampak sederhana, tetapi tetap membanggakan. Suasana perayaan kemerdekaan terasa sepi daripada biasanya. Sepinya perayaan kemerdekaan karena pandemic Covid-19. Kalua dulu kita berjuang melawan bangsa asing yang menguasai bangsa Indonesia untuk mendapatkan kekayaan alam guna menambah pundi pundi uang mereka. Saat ini tahun 2020 bangsa Indonesia harus berjuang untuk mengalahkan covid-19 yang menjadi musuh bersama tetapi kasat mata. Musuh yang tidak dapat dilihat tetapi setiap saat dapat mengancam kesehatan kita jika kita tidak waspada dengan tetap mematuhi Protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan menjadi senjata kita untuk dapat menghentikan penyebaran virus covid-19.  Sejarah mengajarkan bangsa kita bukan bangsa yang mudah menyerah. Perayaan detik-detik proklamasi digelar dengan bantuan teknologi dan protokol kesehatan ketat.

         

Di SMP Strada Santa Maria 1 upacara detik-detik kemerdekaan Indonesia ke-75 dilakukan dengan mengikuti upacara di istana negara secara virtual yang disiarkan secara live oleh stasiun televisi Indonesia. Semua warga sekolah (guru,karyawan, siswa dan orang tua) mengikuti upacara dengan penuh hikmat dan rasa haru. Perasaan sedih, haru berkecamuk di dalam hati warga sekolah karena tidak dapat melaksanakan upacara di halaman sekolah sendiri. Tim Paskibra dan petugas inti sekolah yang biasanya telah mempersiapkan diri dengan berlatih secara intensif sehingga saat bertugas dapat menampilkan yang terbaik tidak ada lagi. Semua menahan diri dengan mengikuti pelaksanaan upacara melalui siaran TV.

Momentum pengibaran bendera yang ditandai dengan semua warga masyarakat menghentikan aktifitas pada pukul 10.17 WIB diikuti dengan mengambil sikap sempurna untuk menghormati berkibarnya bendera dan merenung akan perjuangan kemerdekaan bangsa yang ticapai dengan tidak mudah. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa kita harus tetap bergerak, berinovasi, berkreasi dengan berbagai cara agar kehidupan tetap berjalan kendati ruang gerak kita terbatas karena adanya pandemi Covid-19. Semua tamu undangan pejabat tinggi atau pejabat setara menteri, tamu kenegaraan seperti duta besar, menghadiri upacara di kantor dan rumah masing-masing dengan mengenakan baju tradisional. Upacara berjalan singkat dan hikmat, berjarak dan terbatas. Petugas Paskibra yang biasa terbagi dalam 3 tim yang terdiri dari pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45, saat itu hanya dilakukan oleh 3 orang pengibar bendera. Lagu-lagu perjuangan serta lagu daerah yang dikumandangkan sebelum dan setelah upacara tidak ada lagi. Deretan pejabat dan tamu kehormatan yang biasa penuh mengisi halam Istana merdeka tidak ada lagi, karena semua mengikuti secara virtual dari rumah atau kantor.

                     

Mari kita bersama mengisi kemerdekaan dengan melakukan semua yang terbaik bagi bangsa dan negara untuk dapat mengakhiri pandemic sehingga kehidupan normal dapat kita jalani. Kita belajar berjarak namun tetap maksimal. Jangan mudah menyerah dengan keterbatasan. Ingat bangsa kita bisa merdeka juga dengan keterbatasan sarana, tetapi karena semangat dan tekat yang kuat dan kerjasama yang baik serta kerelaan untuk berkorban maka kemerdekaan dapat kita raih.

#salamamdg
#tetapdirumah
#IndonesiaJaya

 

 

Sebarkan artikel ini