28 Oktober 2019

Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2019 SMP Strada Santa Maria 1 Tangerang mengangkat tema DENGAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA KITA CINTAI PANGAN LOKAL.

Ibu Arini sebagai pembina upacara memberi amanat mengenai ikrar sumpah pemuda.

Bunyi ikrar Sumpah pemuda adalah “Kami, putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. Kami, putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia. Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.” Makna yang terkandung dari sumpah atau janji Pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda Indonesia adalah:

  1.   Bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia

Arti istilah tanah tumpah darah adalah tanah tempat kelahiran. Tanah tumpah darah juga berarti kampung halaman.

Sehingga, dapat diartikan yang dimaksud dengan tumpah darah adalah tempat dimana pemuda Indonesia bertempat tinggal, hidup dan beraktivitas. Tanpa memiliki kampung halaman, maka identitas kita sebagai manusia akan tidak jelas. Menjadi manusia mengembara/berpetualang yang tidak pernah menetap tempat tinggalnya. Maka, tumpah darah/kampung halaman mutlak diperlukan oleh manusia sebagai identitas/asal usul manusia.

Tanah mengandung makna bumi tempat kita berpijak, tempat kita mendirikan rumah untuk bertempat tinggal,  tempat kita menanami tanah dengan beraneka ragam tumbuh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di dalam tanah terkandung sumber air, yang menjadi menyubur tanah. Air sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Untuk itu, kita wajib melestarikan tanah dan air yang menjadi sumber kehidupan manusia. Dengan adanya tanah dan air yang terawat dengan baik maka kelangsungan makhluk hidup akan terjaga. Manfaatkanlah tanah dan air dengan bijaksana, kelolalah dengan menjaga keseimbangan alam sehingga mereka pun akan memberikan buah dari kebaikan kita melestarikan alam dengan menghasilkan kekayaan alam yang terus lestari. Janganlah kita rusak pohon, kita cemari tanah dengan berbagai macam pupuk kimia, bijaklah dalam menghasilkan sampah rumah tangga, dan pergunakanlah bahan-bahan yang ramah lingkungan/dapat didaur ulang oleh alam.

Maka, mari kita jauhi semua kemasan/pembungkus yang berbahan baku plastik maupun styrofoam. Bawalah botol minum dan tempat makan dari rumah sehingga jika kita membeli makanan dan minuman, dapat kita tuangkan ke tempat yang kita bawa. Dengan demikian akan mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam.

Tinggalkan makanan yang cepat saji; makanan yang menggunakan pengawet, perasa, dan pewarna. Hargailah masakan mama dengan membawanya untuk menjadi bekal makanan di sekolah. Belajarlah untuk menggunakan angkutan umum, sepeda atau berjalan kaki jika kita melakukan perjalanan yang dekat/terjangkau sehingga tingkat polusi udara dapat kita tekan. Badan kita sehat karena udara yang segar, dan otot-otot tubuh kita lentur dan kuat.

                                             Petugas Upacara mengenakan pakaian bernuansa tradisional

 

  1.   Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia

Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap nasional karena memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, ideologi, budaya, sejarah, dan tujuan yang sama.

Sebelum adanya Negara Indonesia, telah ada berbagai macam bangsa yang bermukim di Indonesia. Ada suku Jawa, Suku Batak, Suku Bugis, Suku Bali, suku Asmat, suku Sasak, suku Makasar dan sebagainya. Ada banyak suku di Indonesia karena wilayah negara kita yang luas dan berpulau-pulau sehingga setiap daerah menghasilkan identitas kedaerahannya masing-masing.

Negara Indonesia terbentuk karena adanya kesepakatan suku, etnis atau ras untuk bersatu melebur berjuang bersama melepaskan diri dari penjajah yang sama untuk merdeka dan mendirikan negara yang bernama Indonesia. Kesepakatan itulah yang mereka tuangkan dalam Sumpah Pemuda. Maka, Sumpah Pemuda menjadi benih awal kesadaran akan perlunya perjuangan bersama dengan identitas yang sama dan tujuan yang sama.

Untuk kondisi saat ini di mana teknologi informasi yang semakin canggih dimanfaatkan orang/golongan atau kelompok untuk menyebarkan berita yang menyudutkan pihak-pihak lain hanya untuk kepentingan sesaat atau jangka pendek maupun kepentingan sekelompok. Kita diadu domba dengan mengatasnamakan suku, etnis, agama.

Jelas tindakan tersebut mengingkari sejarahnya Indonesia yang terbentuk dari keanekaragaman ras, etnis, suku dan budaya. Maka, mari kita saling menghormati keragaman etnis, ras, suku dan budaya yang telah ada, sebelum adanya negara Indonesia dengan tidak menonjolkan/mempersoalkan perbedaan. Justru dengan berbeda-beda itulah maka bangsa Indonesia menjadi kuat, karena apa yang tidak ada/tidak sempurna dari etnis, suku, budaya tertentu dilengkapi dan disempurnakan oleh etnis, suku dan budaya lain yang ada di Indonesia.

                                                 Perwakilan dari beberapa kelas mengenakan pakaian adat

 

  1.   Berbahasa yang satu, Bahasa Indonesia

Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan mengandung makna.

Bahasa sebagai alat komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman karena keanekaragaman bahasa yang ada di Indonesia, maka perlunya bahasa yang dapat dipahami oleh seluruh bangsa yang akan melebur dalam Negara Indonesia. Maka disepakatilah Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Bahasa Indonesia diambil dari bahasa Melayu yang saat itu menjadi bahasa perdagangan antar pulau yang lazim dipakai, sehingga lebih populer.

Kesepakatan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai pengganti bahasa daerah membuat daerah yang satu dengan daerah yang lain tumbuh pemahaman yang sama dalam memperjuangkan kemerdekaan dari bangsa penjajah. Penjajah pun tidak lagi bisa mengadu domba daerah yang satu dengan daerah yang lain karena setiap daerah sudah paham maksud dari setiap kata/kalimat yang diucapkan orang lain.

Karena Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa sehari-hari inilah, persatuan suku, etnis, agama dan budaya yang ada menjadi terwujud. Maka, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga kelangsungan bangsa dapat terjaga. Pakailah Bahasa Indonesia di manapun kita berada sebagai identitas Warga Negara Indonesia. Hindari penggunaan tulisan-tulisan yang disingkat/diacak hanya demi mengikuti zaman.

                                                     Para guru mengikuti upacara mengenakan pakaian adat

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SMP Strada Santa Maria 1 mengadakan serangkaian acara. Acara yang bertemakan “Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita Cintai Pangan Lokal. Ayo, Konsumsi Pangan Sehat, Segar dan Sejahtera.” diadakan tidak hanya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi peringatan lainnya; seperti Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Hari Pangan Sedunia (HPS), Bulan Rosario dan Bulan Bahasa. Dikarenakan banyaknya momen yg diperingati,

Sebarkan artikel ini