Tangerag, 8 Maret 2020

Dengan kondisi saat ini, pendemic Covid 19 tidak dapat diremehkan. Oleh karena itu Perkumpulan Strada membuat kebijakan untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan segala bentuk kegiatan pembelajaran di rumah #tetapdirumah.

Pada awalnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret hingga 27 Maret 2020, setelah melihat semakin banyak korban akibat virus Covid 19, sebelum tanggal 27 Maret 2020 keluar surat edaran untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tahap II, maka Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diperpanjang mulai tanggal 27 Maret hingga 17 April 2020.

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guru mata pelajaran membuat materi pembelajaran dengan menggunakan LMS: Google classroom, ada pula yang membuat rangkuman materi lalu membagikan materi tersebut melalui Whatsapp di setiap kelompok kelas yang sudah dibuat oleh walikelas masing-masing.

Perubahan memang tidak menyenangkan, namun dengan semangat pelayanan guru-guru SMP Strada Santa Maria 1 bersama-sama mempersiapkan materi. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) aktif mulai dilaksanakan pada  18 Maret 2020, maka guru-guru memiliki waktu 2 hari untuk mempersiapkan materi yang akan diberikan secara daring. Maka pada hari Senin, 16 Maret 2020 guru-guru SMP Strada Santa Maria 1 melaksanakan pelatihan pembuatan google classroom, blog, quizizz.

Guru-guru SMP Strada Santa Maria 1 belajar bersama

Guru-guru belajar LMS google classroom

Materi-materi yang akan disampaikan kepada siswa pun dibuatkan form monitoring agar pelaksanaan dapat terpantau oleh kepala sekolah dan KSP dan berjalan lancar.

Pada hari yang sudah sudah ditentukan memang kendala-kendala kecil pasti terjadi karena ini merupakan kali pertama bagi guru maupun siswa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) namun secara keseluruhan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Kendala yang banyak terjadi adalah siswa kesulitan masuk dan bergabung dengan kelas yang sudah dibuat oleh guru dikarenakan mereka tidak menonton video tutorial yang sudah dibuat dan dibagikan sebelumnya. Siswa pada awalnya juga kesulitan untuk mengirim tugas yang sudah dibuat ke dalam kelas (google classroom). Namun dengan trial and error semua dapat teratasi, bahkan terkadang malah mendapat pelajaran baru, misalnya siswa dapat mengirim rekaman video dan teks ke dalam google classroom.

Salam AMDG

Sebarkan artikel ini